panah

Selasa, 21 Februari 2017

Pemeriksaan Amilum

Pemeriksaan Amilum dengan Larutan Iodium
§  Dibuat larutan amilum 2%, dipanaskan 5 menit (mendidih) lalu didinginkan, untuk semua jenis amilum yang diperiksa dimasukkan dalam tabung reaksi.
§  Ditambahkan 3 tetes larutan iodium.
§  Dicatat warna yang terjadi saat dipanaskan dan didinginkan untuk masing-masing jenis amilum yang diperiksa.
§  Dibandingkan hasilnya dengan literature yang tersedia.

2. Pemeriksaan Amilum secara Mikroskopi
§  Diambil sedikit amilum (secukupnya), diletakkan di atas gelas obyek, ditetesi dengan sedikit air dan ditutup dengan gelas penutup.
§  Diamati di bawah mikroskop dengan pembesaran lemah dan pembesaran kuat.
§  Dianalisis bentuk amilum dari masing-masing spesies tanaman.

Hasil Pengamatan

Hasil Pengamatan
Tabel 1. Reaksi Warna Pati dengan Penambahan Iod
PATI
                                                   WARNA
SESAAT
DIPANASKAN
DIDINGINKAN
(+) Iod
Beras
Putih
Bening
Bening
Biru muda
Jagung
Putih
Bening
Bening
Ungu kebiruan
Gandum
Krem
Bening dengan busa di atas
Bening dengan endapan putih
Biru dongker
Singkong
Putih
Bening
Bening dengan endapan putih kekuningan
Biru toska

Reaksi Warna Pati dengan Penambahan Iod

Gambar Reaksi Warna Pati dengan Penambahan Iod
Dipanaskan
 
Didinginkan
(+) Iod
  
Tabel 2. Pemeriksaan Amilum secara Mikroskopi
Pati Gandum
Butir bentuk cakram besar seperti ginjal; bentuk bulat telur sepanjang poros utama; butir bersegi banyak/bulatan kecil. hilus dan lamella sulit terlihat.
Pati Beras
\
Butir bersegi banyak, tunggal atau majemuk bentuk bulat telur, terdapat butir telur dan hilus yang tidak terlihat jelas, dan tidak terdapat lamella.
Pati Jagung
Berupa butir bersegi banyak, bersudut, atau butir bulat, kemudian terdapat butir pati dan hilus yang berupa rongga atau celah dan terdapat lamela.
Pati Singkong
Berupa butir tunggal,butir agak bulat atau bersegi banyak butir kecil, ada butir pati,dan juga hilus yang berupa garis dan titik, ada juga lamella tapi tidak jelas,yang berupa butir majemuk sedikit.

Pengertian Farmakognosi

Farmakognosi merupakan cara pengenalan ciri-ciri atau karakteristik obat yang berasal dari bahan alam. Farmakognosi mencakup seni dan pengetahuan pengobatan dari alam yang meliputi tanaman, hewan, mikroorganisme, dan mineral. Perkembangan farmakognosi saat ini sudah melibatkan hasil penyarian atau ekstrak yang tentu tidak akan bisa dilakukan indentifikasi zat aktif jika hanya mengandalkan mata. Dengan demikian, cara identifikasi juga semakin berkembang dengan menggunakan alat-alat cara kimia dan fisika.

Pengertian Simplisia

Simplisia merupakan bahan alami yang digunakan sebagai obat yang belum mengalami pengolahan apapun juga dan kecuali dinyatakan lain, berupa bahan yang telah dikeringkan. Simplisia terbagi 2 jenis, yaitu simplisia nabati dan simplisia hewani. Simplisia nabati adalah simplisia yang berupa tanaman utuh, bagian dari tanaman atau isi sel dengan cara tertentu dipisahkan dari tanamannya dan belum berupa zat kimia murni. Sedangkan simplisia hewani adalah simplisia yang berupa hewan utuh, bagian hewan, atau zat-zat berguna yang dihasilkan oleh hewan dan belum berupa zat kimia murni. Selain itu juga terdapat simplisia pelican (mineral), yaitu simplisia yang berupa bahan-bahan pelikan/mineral yang belum diolah atau telah diolah dengan cara sederhana dan belum berupa zat kimia murni.
Simplisia nabati harus bebas dari serangga, fragmen hewan/ kotoran hewan, tidak menyimpan bau dan warna, tidak mengandung cendawan, tidak mengandung bahan lain yang beracun dan berbahaya. Jika simplisia tidak memenuhi persyaratan-persyaratan yang telah ditetapkan maka simplisia dianggap bermutu rendah, terutama persyaratan kadarnya. Hal yang menyebabkan simplisia bermutu rendah yaitu tanaman asal, cara panen, dan pengeringan yang salah, pemyimpanan terlalu lama, kelembaban atau panas, atau isinya telah disari dengan cara pelarutan dan penyulingan. Secara garis besar ada beberapa macam cara pemeriksaan dalam menilai simplisia yaitu secara organoleptik, secara mikroskopik, secara fisika, secara hayati, dan secara makroskopik.
Pemeriksaan mutu simplisia dilakukan pada waktu penerimaan atau pembelian dari pengumpul / pedagang simplisia. Pemeriksaan organolpetik dan makroskopik dilakukan dengan mengguankan indra manusia. Pemeriksaan mikroskopik dilakukan dengan menggunakan mikroskop dengan mengamati ciri-ciri anatomi histologi terutama untuk menegaskan keaslian simplisia dan pemeriksaan untuk menetapkan mutu berdasarkan senyawa aktifnya, umumnya meliputi pengamatan terhadap serbuk.

Pengertian Amylum

Amylum adalah jenis polisakarida yang banyak terdapat dialam, yaitu sebagian besar tumbuhan terdapat pada umbi, daun, batang, dan biji-bijian. Amylum terdiri dari dua macam polisakarida yang kedua-duanya adalah polimer dari glukosa, yaitu amilosa (kira-kira 20 – 28 %) dan sisanya amilopektin. Amilosa: Terdiri atas 250-300 unit D-glukosa yang berikatan dengan ikatan α 1,4 glikosidik. Jadi molekulnya menyerupai rantai terbuka. Amilopektin:Terdiri atas molekul D-glukosa yang sebagian besar mempunyai ikatan 1,4- glikosidik dan sebagian ikatan 1,6-glikosidik. adanya ikatan 1,6-glikosidik menyebabkan terjadinya cabang, sehingga molekul amilopektin berbentuk rantai terbuka dan bercabang. Molekul amilopektin lebih besar dari pada molekul amilosa karena terdiri atas lebih 1000 unit glukosa.
Amylum terdiri dari 20% bagian yang larut air (amilosa) dan 80% bagian yag tidak larut air (amilopektin). Hidrolisis amylum oleh asam mineral menghasilkan glukosa sebagai produk akhir secara hampir kuantitatif. Amylum dapat dihidrolisis sempurna dengan menggunakan asam sehingga menghasilkan glukosa. Hidrolisis juga dapat dilakukan dengan bantuan enzim amilase, dalam air ludah dan dalam cairan yang dikeluarkan oleh pankreas terdapat amilase yang bekerja terhadap amylum yang terdapat pada makanan kita oleh enzim amilase, amylum diubah menjadi maltosa dalam bentuk β – maltose.
Identifikasi amilum secara mikroskopis dan secara kimiawi. Sampel yang digunakan pada percobaan kali ini adalah Amylum manihot, Amylum maydis, Amylum oryzae, dan Amylum Tritici.
Identifikasi secara kimiawi kandungan amilum bertujuan untuk mengidentifikasi ada atau tidaknya amilum dalam sampel yakni dengan cara uji iodine. Pada uji ini sampel yang mengandung amilum akan berubah warna menjadi biru. Sampel terlebih dahulu dipanaskan agar amilum dapat larut sempurna dnegan air sehinggga lebih mudah dalam pendeteksian kandungan amilum. Berdasarkan hasil percobaan sampel yang telah dipanaskan kemudian ditetesi dengan iodine berubah menjadi biru ini dikarenakan warna biru yang dihasilkan diperkirakan adalah hasil dari ikatan kompleks antara amilum dengan iodin.
Identifikasi amilum secara mikroskopis bertujuan agar kita lebih mengetahui bentuk-bentuk yang khas dari masing-masing amilum pada sampel sehingga kedepannya akan lebih memudahkan praktikan dalam membuat sediaan farmasi.

Pati jagung

Pati jagung adalah pati yang diperoleh dari biji Zea mays L ( familia Poaceae). Berdasarkan hasil praktikum bahwa pati jagung berupa butir bersegi banyak, bersudut, atau butir bulat, kemudian terdapat butir pati dan hilus yang berupa rongga atau celah dan terdapat lamela. Bentuk dan ukuran granula pati jagung dipengaruhi oleh sifat biokimia dari khloroplas atau amyloplasnya. Sifat birefringence adalah sifat granula pati yang dapat merefleksi cahaya terpolarisasi sehingga di bawah mikroskop polarisasi membentuk bidang berwarna biru dan kuning. Warna biru dan kuning pada permukaan granula pati disebabkan oleh adanya perbedaan indeks refraktif yang dipengaruhi oleh struktur molekuler amilosa dalam pati. Bentuk heliks dari amilosa dapat menyerap sebagian cahaya yang melewati granula pati. Bentuk granula merupakan ciri khas dari masing-masing pati. Tidak ada hubungan yang nyata antara gelatinisasi dengan ukuran granula pati, tetapi suhu gelatinisasi mempunyai hubungan dengan kekompakan granula, kadar amilosa, dan amilopektin. Pati jagung mempunyai ukuran granula yang cukup besar dan tidak homogen yaitu 1-7µm untuk yang kecil dan 15-20 µm untuk yang besar. Granula besar berbentuk oval polyhedral dengan diameter 6-30 µm. Granulapati yang lebih kecil akan memperlihatkan ketahanan yang lebih kecil terhadap perlakuan panas dan air dibanding granula yang besar. Jagung normal mengandung 15,3-25,1% amilosa, jagung jenis waxy hampirtidak beramilosa, jagung amilomize mengandung 42,6-67,8% amilosa, jagung manis mengandung 22,8% amilosa. Amilosa memiliki 490 unit glukosa per molekul dengan rantai lurus 1-4 a glukosida, sedangkan amilopektin memiliki 22 unit glukosa per molekul dengan ikatan rantai lurus 1-4 a glukosida dan rantai cabang 1,6- a glukosida. Berdasarkan pengamatan pada pati jagung setelah ditambahkan larutan iodium dan dipanaskan warnanya berubah menjadi biru. Hal ini menendakan bahwa terdapat amilum pada pati jagung tersebut.